Oke, aku berpikir inilah kesempatanku untuk menjadi wakil Indonesia dalam ajang internasional. Aku memang senang bertemu dengan orang baru dan mempelajari budaya mereka yang unik. Apalagi semua akomodasi pelajar yang terpilih selama di Cina ditanggung oleh pemerintah Cina. Jadi para pelajar terpilih hanya perlu membayar akomodasi hingga mencapai Cina saja.
Dengan waktu yang mepet, dimana keesokan harinya siswa yang berminat harus memberitahu Laoshi Kissyen mengenai keikutsertaan, aku akhirnya memutuskan untuk ikut setelah berdiskusi dengan orang tua. Saat itu aku hanya berpikir ‘Kapan lagi kesempatan seperti ini?’ dan semuanya nothing to lose. Kalau diterima ya syukur, kalau enggak mungkin memang bukan jodoh.
Selain itu aku juga merasa kalau aku diterima untuk mengikuti Asean Youth Summer Camp ini, aku akan mendapat banyak keuntungan. Pertama, aku dapat memperdalam bahasa Mandarin yang saat ini telah menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Dan lagi aku enggak ‘buta’ banget tentang bahasa Mandarin meskipun baru pemula. Paling enggak, bahasa Mandarin sudah cukup akrab di telingaku sejak kelas satu SMA. Kedua, aku memperbanyak teman, enggak dari dalam negeri saja tapi sampai lintas negara. Ketiga, aku dapat memperluas wawasanku dengan bertemu banyak orang, terutama dalam hal budaya yang aku senangi.
Hanya berselang dua hari setelah aku menyatakan keikutsertaanku, aku pun mengikuti seleksi (29/05) di China Link pusat (Pluit, Jakarta Utara). Sehari sebelumnya, aku udah me-review sebentar percakapan bahasa Mandarin yang umum. Oh iya, China Link adalah kursus bahasa yang ditunjuk oleh kedubes Cina di Indonesia untuk mengurusi seleksi peserta Asean Youth Summer Camp yang hanya terpilih 9 orang.
Sebenernya aku enggak gitu pede saat akan seleksi karena teman-temanku lumayan jago dalam bahasa Mandarin. Tapi ya sudahlah, aku coba yang terbaik saja. Untungnya orang tuaku selalu mendukung setiap kegiatan yang aku ikuti asalkan bermanfaat, salah satunya seleksi summer camp ini. Mereka rela mengantarku ke Jakarta.
Sialnya (atau malah untungnya?) aku mendapatkan urutan pertama dalam seleksi. Makin pasrah aja deh ya. Seleksinya cuma wawancara hal yang umum-umum saja dan beberapa percakapan Mandarin sederhana. Naaaaah sampai pada akhirnya aku disuruh menyanyi! Setelah kaget dan berpikir cukup lama lagu apa yang akan kunyayikan (karena tiba-tiba semua lirik lagu hilang dari otakku!), aku memutuskan untuk menyanyikan lagu Someday dari Nina. Lagu itu memang sering aku nyanyikan akhir-akhir ini.
Seleksinya sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu hasilnya dalam beberapa hari. Aku benar-benar sudah pasrah, terserah deh mau diterima atau enggak yang penting aku sudah melakukan yang terbaik. Apalagi saat itu aku sedang ulangan umum akhir semester dua yang berarti lebih baik aku berkonsentrasi pada ulanganku.
Eh, enggak taunya aku ditelepon oleh China Link! Aku udah deg-degan setengah mati. Ini pertanda bagus atau buruk yaa? Dan ternyataaaaaaaa… aku DITERIMA! Yey! Aku seneng banget karena berarti salah satu keinginanku untuk menjadi wakil Indonesia di ajang internasional akan tercapai. Saat itu aku sampai-sampai udah lupa sama ulangan umum. Hehehehe. Pokoknya rasa seneng dan bangganya karena terpilih itu enggak bisa digambarin.
Dan kemudian semuanya berlangsung begitu cepat. Aku harus membayar akomodasi ke Cina, menyerahkan fotokopi rapot, fotokopi passport, dan foto berwarna. Sekali lagi aku beruntung karena orang tuaku mendukungku bukan hanya dalam bidang moral tetapi juga financial. Menurut orang tuaku, terpilih dalam Asean Youth Summer Camp merupakan suatu kebanggaan yang enggak semua orang dapat terpilih dan summer camp ini termasuk acara kenegaraan Cina loh. Makanya mereka memberikan support habis-habisan.
Asean Youth Summer Camp ini akan diadakan di kota Guiyang, Cina, dari tanggal 1 – 8 Agustus 2010 karena di Cina saat itu memang sedang libur summer. Menurut informasi yang aku dapat dari China Link, pertama-tama akan ada acara pembukaan resmi. Kemudian setiap hari, para peserta summer camp akan belajar bahasa mandarin selama lima jam per hari. Dilanjutkan dengan mempelajari kebudayaan Cina, seperti tari-tarian, nyanyian, sampai budaya kaligrafi Cina. Kegiatan-kegiatan ini akan diselingi dengan juga dengan aktivitas kebugaran. Dan yang paling menyenangkan adalah kami akan diajak untuk city tour keliling Guiyang! Waw! Aku udah enggak sabar lagi nih.
Sampai saat ini, aku belum melakukan persiapan khusus apa pun untuk Asean Youth Summer Camp. Mungkin aku akan mempelajari mengenai percakapan umum bahasa Mandarin. Malu juga kan kalau enggak bisa bahasa Mandarin sama sekali?
Selama di SMA Regina Pacis, aku memang pernah meraih beberapa prestasi yang berbeda dengan seleksi summer camp. Karena hobiku menulis, aku memang pernah terpilih sebagai salah satu peserta Coaching Cerpen Kawanku dan cerpenku mendapat penghargaan sebagai The Best Three serta diterbitkan di salah satu edisi majalah Kawanku. Kemudian karena menulis, aku juga pernah memenangkan lomba penulisan diselenggarakan Feminax yang hadiahnya jalan-jalan ke Bali. Oh iya, aku sempat pula mengikuti seleksi magang Kompas Muda dan terpilih menjadi salah satu dari 30 peserta magang dari ratusan yang mendaftar.
Semoga dalam Asean Youth Summer Camp kali ini pun aku mendapatkan pelajaran yang berharga dan dapat mengembangkan bakatku semaksimal mungkin sebagai wakil dari Indonesia. Wish me luck! (Regina Maria A)






