60 tahun
 
SD REGINA PACIS BOGOR

Perjalanan Menuju Juara

Kevin Revana, siswa kelas 6 D dengan sosok yang gempal, murah senyum dan penuh percaya diri melangkah menuju ajang The 8th International Clubs Open Taekwondo Championships yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 26 – 28 Juli 2009. Ajang tanding Taekwondo ini diikuti oleh lebih dari 1.250 insan taekwondo yang berasal dari 18 negara, Australia, Brunei, Canada, England, Hong Kong, India, Iran, Iraq, Jordan, Korea, Nigeria, Pakistan, Singapore, Taiwan, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan tentu saja Malaysia selaku tuan rumah.

Sehingga Stadium Badminton Cheras serta merta ramai dipadati taekwondowan- taekwondowati yang berbeda-beda warna kulit dan bahasa. Kevin yang diduga berasal dari Taiwan atau Hong Kong oleh peserta lain dengan ramah penuh senyum dan bangga menjawab,” I am Indonesian.”

Kevin rajin berlatih setiap Sabtu pagi dibimbing Billy Komara, sang pelatih, dua minggu menjelang hari pertandingan Kevin berlatih secara intensif. Pulang sekolah Kevin tidak langsung tidur atau main PS tapi berangkat menuju Puncak atau Jakarta. Baru menjelang pukul dua belas malam Kevin pulang dalam keadaan lelah dan tertidur dalam perjalanan. Apakah kelelahan mematahkan semangat Kevin untuk bertanding? Justru tidak! Kevin semakin semangat mempertajam kemampuan mengatur strategi. Tentu peran serta dan dukungan orang tua sangat membawa arti bagi perjuangan Kevin, meski tidak pernah terpikir Kevin akan meraih medali.

Siapa sangka ketika namanya disebut untuk maju ke kanvas, semangat bertanding yang membara nampak dari sorot mata yang tajam penuh perhitungan dan strategi sehingga Sang manager begitu yakin akan kemampuan dan daya juang Kevin. Angka demi angka dikumpulkan sekalipun lawannya berperawakan lebih tinggi namun Kevin tidak gentar. Dan akhirnya perjuangan Kevin tidak sia-sia medali perunggu berhasil diraih, ternyata perjuangannya membawa hasil yang sangat membanggakan.

Apakah keberhasilan Kevin yang diraih dengan penuh perjuangan ini, dengan jadwal latihan yang padat mengganggu Kevin dalam belajar? Menurunkah nilai-nilai Kevin di sekolah? Ternyata tidak. Kevin berhasil mempertahankan nilai-nilainya bahkan nilainya semakin baik.
Dalam The 1st Atma Jaya Yogyakarta Open tanggal 28 – 29 November 2009 yang diikuti oleh 630 peserta yang berasal dari delapan negara, yaitu Malaysia, Singapore, Australia, Amerika Serikat, Korea, Kamboja, Laos, Thailand, Denmark, Inggris, dan Indonesia, kembali Kevin maju dalam kelas prajunior, over 52. Berat Kevin saat itu 55 kg kelebihan 3 kg.

Berkali-kali wasit memastikan, benarkah nama Kevin Revana yang akan bertanding ini? Mengapa? Aha… ternyata lawan Kevin kali ini tinggi besar meski usia nya masih 12 tahun. Sang manager berkali-kali diyakinkan apakah akan tetap dilaksanakan pertandingan ini. Seperti Daud melawan Goliath, Kevin tetap semangat bertanding, penuh keyakinan dan menyusun strategi untuk menangkis dan membalas serangan lawan. Demi keamanan dan melihat peluang yang masih panjang bagi Kevin untuk kelak dapat terus bertanding, sang manager memberi tanda selesai. Keputusan penuh perhitungan yang luar biasa. Ya.. meski kali ini Kevin tidak membawa medali, namun nilai-nilai luhur dari sang manager yang tidak lain adalah ayah Kevin sendiri telah dimaknai oleh Kevin. Sportivitas, keberanian, dan kejujuran yang dilandasi rasa cinta menjadi jauh lebih berharga dari pada sebuah medali. (fres)