{"id":3247,"date":"2018-04-27T14:41:00","date_gmt":"2018-04-27T07:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/?p=3247"},"modified":"2024-09-08T10:19:45","modified_gmt":"2024-09-08T03:19:45","slug":"minggu-panggilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/2018\/04\/27\/minggu-panggilan\/","title":{"rendered":"Minggu Panggilan"},"content":{"rendered":"\n<p>Menyambut Minggu Panggilan, SD Regina Pacis menyelenggarakan talkshow tentang panggilan religius, Jumat, 27 April 2018. Pada kegiatan tersebut, sekolah mengundang beberapa biarawan, biarawati, Romo, dan Frater. Mereka mewakili tarekat yang berkarya di Keuskupan Bogor.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara diawali\ndengan doa pembukaan oleh Romo Jeremy. Romo Jeremy adalah salah satu pembina di\nseminari Stella Maris, Bogor. Beliau sekaligus menjadi pembicara pada kegiatan\nini. Mewakili imam-imam (atau Romo) keuskupan Bogor, beliau memperkenalkan\nsiapakah mereka, karya-karya dan semangat hidup imam-imam projo. Seru lho\nteman-teman. Para siswa juga diajak untuk bertanya jawab dengan Romo Jeremy.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikutnya,\nRomo Jeremy memperkenalkan para frater yang berkarya di seminari. Ada Frater\nAdri dan Frater Dion. Para frater ini juga memberikan kesaksian hidup panggilan\nmereka. Juga, informasi yang lain yang terkait panggilan religius. Frater Dion\nadalah calon imam projo Keuskupan Bogor, Frater Adri adalah calon imam dari\nOFM. Ada juga kakak Juan yang mewakili para seminaris Stella Maris, Bogor.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain romo, frater dan seminaris, ada juga peserta dari Suster FMM (Fransiskus Misionaris Maria). Para suster FMM diwakili oleh Suster Veronica FMM dan Suster Yustin FMM. Banyak informasi yang mereka berikan kepada para siswa. Selain menceritakan panggilan hidup religius, keduanya juga memberi syarat-syarat menjadi seorang suster biarawati katolik.<\/p>\n\n\n\n<p>Suster Veronica FMM pada kesempatan ini memberikan informasi tentang syarat menjadi seorang suster FMM. Yakni, lulus SMA, diterima menjadi aspiran, lalu mengikuti tahun novisiat. Setelah menyelesaikan tahun novisiat, sang calon menjadi suster junior. Selama tahun-tahun menjadi suster junior, ia harus mengikuti proses pendidikan sebagai seorang suster FMM. Setelah itu, ia menerima janji kekal yang ditandai dengan pengenaan cincin kebiaraan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PERMAINAN\nMENARIK<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain\nbercerita dan tanya jawab, para frater juga mengajak siswa-siswa yang hadir\nuntuk bermain. Kali ini, permainannya adalah Tuhan Yesus Bersabda. Setiap kali\nFrater menyebut \u201cTUHAN YESUS BERSABDA\u201d, para peserta harus mengikuti perintah\nberikutnya. Seru dan lucu! Banyak siswa yang terkecoh karena sibuk untuk\nmendengar perintah sang frater.<\/p>\n\n\n\n<p>Para\nfrater juga memberi informasi syarat-syarat dan tahapan menjadi seorang imam.\nLalu, Romo Jeremy memberikan informasi tentang keseharian para seminaris Stella\nMaris Bogor dengan cuplikan video. Mulai dari bangun pagi, misa pagi (doa\nbersama), makan pagi, sekolah, belajar, opera, menutup hari dengan completoriu\n(doa penutup). Aktivitas lainnya adalah olah raga, latihan koor. Para seminaris\njuga bisa mengikuti ekskul seperti angklung, organ, tari tradisional, band,\ndegung, dan teater.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara ditutup dengan beryanyi bersama dan informasi-informasi lain dari Ibu Karyati, kepala SD Regina Pacis. Romo Jeremy memberikan doa dan berkat penutup kepada semua peserta yang hadir. Teman-teman pembaca Liputan RECIS tertarik menjadi seorang biarawan atau biarawati? Kalau tertarik, persiapkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: Newsletter, Edisi 03, Juni 2018<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyambut Minggu Panggilan, SD Regina Pacis menyelenggarakan talkshow tentang panggilan religius, Jumat, 27 April 2018. Pada kegiatan tersebut, sekolah mengundang beberapa biarawan, biarawati, Romo, dan Frater. Mereka mewakili tarekat yang berkarya di Keuskupan Bogor. Acara diawali dengan doa pembukaan oleh Romo Jeremy. Romo Jeremy adalah salah satu pembina di seminari Stella Maris, Bogor. Beliau sekaligus [&#8230;]\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3249,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-3247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3247"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7521,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3247\/revisions\/7521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sd\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}