{"id":270,"date":"2015-07-31T03:47:46","date_gmt":"2015-07-30T20:47:46","guid":{"rendered":"https:\/\/w3.reginapacis.sch.id\/?p=180"},"modified":"2024-09-08T10:21:10","modified_gmt":"2024-09-08T03:21:10","slug":"michael-adrian-ingin-meraih-nobel-fisika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/2015\/07\/31\/michael-adrian-ingin-meraih-nobel-fisika\/","title":{"rendered":"Michael Adrian Ingin Meraih Nobel Fisika"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"category-page-text\">\n\nMenjelang&nbsp;perayaan ke-50 tahun Sekolah Menengah Atas Regina Pacis, Bogor, bulan&nbsp;Juli 2005, seorang siswanya, yakni Michael Adrian (18), mempersembahkan&nbsp;prestasi besar. Michael Adrian bersama tiga temannya, Ali Sucipto siswa&nbsp;SMA Xaverius I Palembang, Andika Utra dari SMA Sutomo I Madiun, dan&nbsp;Purnawirman pelajar SMA Negeri I Pekanbaru, meraih medali emas dalam&nbsp;Olimpiade Fisika Asia Ke-6 di Pekanbaru, Riau, awal bulan ini.\n\n&#8220;Saya ingin&nbsp;menjadi peraih Nobel Fisika, yang merupakan penghargaan tertinggi bagi&nbsp;fisikawan. Hal ini juga merupakan harapan Pak Yohanes Surya, leader\nkami, agar kelak muncul peraih Nobel Fisika dari Indonesia,&#8221; kata&nbsp;Michael Adrian, yang dipanggil &#8220;Michael&#8221; di sekolah dan punya sapaan&nbsp;sayang &#8220;Rian&#8221; di rumah, kepada Kompas, Rabu (4\/5) siang.\n\nHari Itu<strong>&nbsp;<\/strong>merupakan kesempatan bagus bagi remaja laki-laki ini sejak ia masuk ke&nbsp;karantina pada Oktober 2004. Ia bisa menemui teman-temannya di sekolah dan juga menjumpai Nathalia Stefanie, siswi kelas III IPS 1 yang&nbsp;menjadi teman dekatnya.&nbsp;Pada Selasa malam&nbsp;dia pulang ke rumah menemui orangtuanya dan dua adiknya setelah acara&nbsp;penutupan Olimpiade Fisika Asia Ke-6. Pada hari Rabu ia menemui&nbsp;teman-temannya dan pada hari Kamis kembali masuk karantina di Gading&nbsp;Serpong, Tangerang, untuk mengikuti Olimpiade International Fisika&nbsp;XXXVI pada Juni di Kota Salamanka, Spanyol.\n\nMichael Adrian&nbsp;mulai mencintai fisika setelah sekolah di SMA Regina Pacis, sedangkan&nbsp;di SMP Mardi Yuana Cibinong dia menyenangi matematika. Katanya, ia&nbsp;tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal teori maupun&nbsp;eksperimen pada Olimpiade Fisika Asia Ke-6 yang dibuka oleh Wakil&nbsp;Presiden Jusuf Kalla, Selasa (26\/4).&nbsp;&#8220;Saya mampu&nbsp;mengerjakan sebagian besar soal-soal teori, hanya ada satu soal, yakni&nbsp;nomor tiga, kok ada soal matematika, tidak fisika. Kami kan dilatih&nbsp;untuk mengerjakan soal- soal fisika,&#8221; kata anak pertama dari tiga&nbsp;bersaudara pasangan Arianto Halim dan Lena Suriana, yang tinggal di&nbsp;Perumahan Taman Permata Palem Blok E 30, Cibinong, Kabupaten Bogor, ini.\n\nMenurut Adrian,&nbsp;tim China lebih unggul dibandingkan dengan tim Indonesia. &#8220;Mereka&nbsp;digembleng sejak dini mulai dari SD. Indonesia kan tidak. Karena itu,\nstok mereka cukup banyak. Setiap ada olimpiade fisika tingkat Asia&nbsp;maupun internasional selalu muncul stok baru. Sementara tim kita, di&nbsp;antaranya ada yang stok lama yang tahun lalu gagal, tahun berikutnya&nbsp;tampil kembali. Kalau Indonesia ingin berprestasi seperti China, ya&nbsp;harus mulai menggembleng kader sejak dini mulai dari SD seperti yang&nbsp;dilakukan China,&#8221; kata Adrian yang masuk Tim Olimpiade Fisika Indonesia&nbsp;setelah duduk di kelas III.&nbsp;Ketika masuk SMA,&nbsp;dia melihat fisika merupakan penerapan matematika yang bagus. &#8220;Kalau&nbsp;matematika itu abstrak tak bisa melihat hasilnya, sedangkan fisika kita\nbisa mengetahui bagaimana alam itu bekerja,&#8221; ungkap Adrian.\n\nAdrian yang&nbsp;mendapat dispensasi untuk mengikuti ujian akhir nasional mendatang di&nbsp;Bogor ini berangan-angan melanjutkan kuliah di Institut Teknologi&nbsp;Bandung (ITB) untuk fisika, sedangkan untuk teknik ia memilih&nbsp;Universitas Nanyang di Singapura&nbsp;IBU Adrian, Ny&nbsp;Lena Suriana (43), bangga akan prestasi anak sulungnya, termasuk&nbsp;cita-citanya yang ingin menjadi peraih Nobel. &#8220;Cita-citanya memang&nbsp;setinggi langit, kami mendukung dan berdoa agar tercapai,&#8221; kata Lena.&nbsp;Sang ibu merasa&nbsp;gundah untuk membiayai studi Adrian ke tingkat lebih tinggi. &#8220;Kalau dia&nbsp;tak dapat bea siswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri, bagi kami&nbsp;keluarga yang tak berada ini repot juga. Bisa jadi meminta bantuan ke&nbsp;sana kemari kepada saudara-saudara &#8230;apalagi masuk perguruan tinggi&nbsp;swasta yang untuk masuk saja lebih dari Rp 10 juta, tak terjangkaulah,&#8221;&nbsp;kata Lena yang sehari-hari membikin kue kering berdasarkan pesanan dan&nbsp;membuat tepung gula halus. Suaminya bekerja di Jakarta, diajak temannya&nbsp;yang membuka usaha di bidang komputer.\n\nRumah di Cibinong&nbsp;yang mereka tempati sejak enam tahun lalu itu adalah rumah saudara&nbsp;Lena. Sebelumnya, mereka tinggal di Bekasi. &#8220;Di Bekasi, saya jualan\nhasil bumi. Setelah usaha tak jalan, kami pindah ke Cibinong. Suami&nbsp;membuat tepung gula halus dan saya membuat kue kering berdasarkan&nbsp;pesanan,&#8221; kata Lena.&nbsp;Untuk uang&nbsp;sekolah, Adrian memperoleh keringanan sejak dia masuk karantina pada&nbsp;Oktober 2004. &#8220;Setelah saya mengajukan permohonan, mulai bulan November&nbsp;uang sekolahnya mendapat potongan 50 persen dari tiap bulan Rp&nbsp;195.000,&#8221; kata Lena seraya menambahkan adik Adrian masing-masing, Vicky&nbsp;Christhoper Limarta, kini sekolah di SMA Regina Pacis kelas II,&nbsp;sedangkan yang bungsu, Cindy Lavena, kelas IV di SD Mardi Waluya&nbsp;Cibinong.\n\nMenurut Lena,&nbsp;anak sulungnya belajar dengan santai, tetapi banyak membaca buku&nbsp;tentang fisika. Sepulang sekolah, pemilik cita-cita menjadi pemenang\nNobel Fisika ini membantu keluarga untuk menggerus tepung gula, yang&nbsp;seminggu bisa sampai lima kuintal.&nbsp;ADRIAN sendiri&nbsp;mengaku hanya menyimak pelajaran ketika guru mengajar di sekolah. Bila&nbsp;tak mengerti, ia langsung bertanya langsung. Ia tak pernah mengikuti&nbsp;pelajaran tambahan di luar sekolah. Hobinya bermain sepak bola dan&nbsp;berenang, tetapi ketika banyak temannya suka main biliar, dia sekarang&nbsp;juga mahir main bola sodok tersebut.\n\n&#8220;Saya dan ayah&nbsp;Adrian serta kedua adiknya hanya bisa berdoa agar dia berhasil dalam&nbsp;Olimpiade Fisika mulai dari tingkat daerah, nasional, Asia, sampai\ninternasional nanti,&#8221; kata Lena.&nbsp;Kepada anaknya,&nbsp;Lena berseloroh agar wajahnya menjadi sebuah iklan seperti layaknya&nbsp;selebriti seperti pemenang AFI atau Indonesia Idol dan olahragawan yang&nbsp;berprestasi untuk menunjang biaya pendidikannya. &#8220;Perhatian pemerintah&nbsp;maupun swasta terhadap bidang ilmu tidak sebesar yang diberikan&nbsp;terhadap olahragawan,&#8221; kata Lena. (FX PUNIMAN)\n\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang&nbsp;perayaan ke-50 tahun Sekolah Menengah Atas Regina Pacis, Bogor, bulan&nbsp;Juli 2005, seorang siswanya, yakni Michael Adrian (18), mempersembahkan&nbsp;prestasi besar. Michael Adrian bersama tiga temannya, Ali Sucipto siswa&nbsp;SMA Xaverius I Palembang, Andika Utra dari SMA Sutomo I Madiun, dan&nbsp;Purnawirman pelajar SMA Negeri I Pekanbaru, meraih medali emas dalam&nbsp;Olimpiade Fisika Asia Ke-6 di Pekanbaru, Riau, awal bulan [&#8230;]\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2075,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,5],"tags":[],"class_list":["post-270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-sma","category-prestasi-sma"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7565,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270\/revisions\/7565"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}