{"id":3098,"date":"2019-06-15T09:39:39","date_gmt":"2019-06-15T02:39:39","guid":{"rendered":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/?p=3098"},"modified":"2024-09-08T10:21:09","modified_gmt":"2024-09-08T03:21:09","slug":"pengembangan-penggunaan-cahaya-tampak-sebagai-media-transmisi-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/2019\/06\/15\/pengembangan-penggunaan-cahaya-tampak-sebagai-media-transmisi-data\/","title":{"rendered":"Pengembangan Penggunaan Cahaya Tampak Sebagai Media Transmisi Data"},"content":{"rendered":"\n<p>Komunikasi data tanpa kabel, atau wireless, saat ini sudah de facto  menjadi standar dari teknologi jaringan data komputer. Teknologi  wireless yg diandalkan di pasaran saat ini pd umumnya menggunakan  gelombang radio atau elektromagnetik sebagai media pembawa data.  Teknologi elektromagnetik seperti Bluetooth, RFID dan Wi-Fi dgn mudah  dpt kita temui di pasaran hari ini, dgn wujud produk dan harga yg sangat  beragam.<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun handal, Wi-Fi dianggap masih memiliki sejumlah kekurangan.  Wi-Fi yg menggunakan gelombang elektromagnetik ini dianggap memiliki  faktor keamanan yg rendah dan kecepatan yg dibatasi oleh bandwidth,  yaitu ukuran volume data yg bisa ditransmisikan &#8211; dlm satuan bit per  second (bps). Wi-Fi diklaim mudah diretas karena radius transmisinya yg  cukup jauh dan dpt menembus tembok.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekelompok ilmuwan Eropa di bawah pimpinan Harold Haas pd tahun 2011  telah mempublikasikan ide tentang penggunaan gelombang cahaya sebagai  media pembawa data yg mereka sebut Li-Fi (Light Fidelity). Dari  pandangan fisika, kecepatan gelombang cahaya adalah lebih tinggi dari  kecepatan gelombang elektromagnetik. Transmisi data dgn kecepatan tinggi  ini bisa dilakukan melalui pancaran spektrum cahaya tampak, ultraviolet  atau inframerah (Haas, 2017). Keunggulan jaringan data dgn media cahaya  ini terletak pd segi keamanan data karena cahaya tampak hanya  menjangkau daerah atau ruangan yg dibatasi oleh jangkauan sumber cahaya  yg digunakan. Selain itu media cahaya membutuhkan infrastruktur dan  peralatan yg lebih murah dibandingkan sarana jaringan elektromagnetik. <\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kenapa kok penggunaan media cahaya tsb relatif belum berkembang  hingga saat ini ? Jika memang karena tidak ekonomis utk dikomersialkan,  apakah tidak ada aplikasi khusus atau ceruk pasar tertentu di mana  transmisi data dgn cahaya ini menjadi feasible dan efektif ? Pertanyaan  terakhir adalah, apakah anak SMA boleh ikut &#8216;curious&#8217; tentang masalah  ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah yg dilakukan oleh Marco, siswa XI MIPA dan Alden, siswa X  MIPA, yg awalnya hanya ingin membuat peragaan laboratorium utk  mendemonstrasikan &#8216;proof of concept&#8217; dari potensi cahaya di atas. Mereka  memunculkan usulan ini, selain karena mereka pengguna komputer aktif,  mereka juga memiliki hobi membaca artikel-artikel ilmiah. Mental  eksplorasi kedua siswa ini terlihat di atas rata-rata. Merekapun  tertantang ketika kami minta juga utk lakukan kajian tentang aplikasi  dan ceruk pasar yg tepat atas teknologi Li-Fi ini, lebih dari sekedar  demo &#8216;proof of concept&#8217;. Mereka tertantang utk cari tahu mengapa Li-Fi  belum berkembang secara komersial hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Proposal Marco dan Alden telah lolos 50 besar Lomba Karya Ilmiah  Remaja (LKIR) &#8211; LIPI 2019, tersaring dari 3400-an proposal yg masuk dari  seluruh Indonesia. Prestasi ini membuat mereka kini mendpt bimbingan  langsung dari peneliti LIPI utk selesaikan penelitiannya hingga akhir  September 2019 yad. Jika lolos lagi, mereka harus hadapi penjurian babak  final pd Oktober 2019 dalam ajang Indonesia Science Expo (ISE) 2019 di  Puspiptek Serpong. <\/p>\n\n\n\n<p>Selamat menyelesaikan penelitian Marco dan Alden !<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/AlumniSMARPBogor\/permalink\/1185351271633896\/\"> Facebook<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komunikasi data tanpa kabel, atau wireless, saat ini sudah de facto menjadi standar dari teknologi jaringan data komputer. Teknologi wireless yg diandalkan di pasaran saat ini pd umumnya menggunakan gelombang radio atau elektromagnetik sebagai media pembawa data. Teknologi elektromagnetik seperti Bluetooth, RFID dan Wi-Fi dgn mudah dpt kita temui di pasaran hari ini, dgn wujud [&#8230;]\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-3098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kir-sma"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3098"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7531,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098\/revisions\/7531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/reginapacis.sch.id\/sma\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}