Alat Nano Extractor Menghantarkan Siswi Regina Pacis Bogor Juara Pertama Lomba National Young Inventors Award (NYIA)

Satu lagi prestasi bergengsi di raih kedua siswi SMA Regina Pacis Bogor, Imanuellenfa Tantiara Glory dan Faustina Amelia, kelas 12 MIPA meraih Juara Pertama Ajang bergengsi National Young Inventors Award (NYIA) ke-12, diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berlangsung 23 -26 Oktober 2019 di ICE BSD City Serpong-Tangerang.

Lomba NYIA menghadirkan 50 proyek penelitian dari 89 remaja  SMA seluruh Indonesia. Ada 4 bidang keilmuan yang dilombakan yaitu ilmu pengetahuan : hayati, sosial, kemanusiaan, kebumian, kelautan, dan Teknik. Tahun 2020 rencana keduanya akan direkomendasikan LIPI mewakili Indonesia berkompetisi di Kazan, Rusia untuk mengikuti ajang International Exhibition for Young Inventor (IEYI).

Lenfa, demikian ia bisa dipanggil, dan Faustina telah mampu menciptakan alat Nano Extractor. Alat rumah tangga pengekstrak herbal kualitas tinggi ini, melalui proses suhu rendah, teknik getar ultrasonik pada tekanan vakum, dan menggunakan kendali mikrokontroler berbasis aplikasi android. “Alat ini targetnya untuk ibu-ibu rumah tangga,  memudahkan mereka dalam mengekstrak tumbuhan seperti  tanaman herbal yang banyak di Indonesia seperti daun salam, sereh, kulit nenas, jahe, daun wijen, daun jeruk, kulit jeruk dll. Posesnya tidak perlu repot-repot di rebus atau diulek,  cukup dengan alat eksktrak ini, praktis dan hasilnya sangat berkualitas tinggi ” ungkap Lenfa yang sejak SD menekuni olah raga catur dan beberapa kali menyabet juara catur.

“Kami menciptakan alat ini  teringat saat kegiatan live in sekolah tahun lalu, pada saat itu saya menemukan sehelai daun, yang jika basah, lalu digosok, dapat mengeluarkan busa, sehingga dapat digunakan untuk mencuci tangan. Awalnya ingin mengekstrak daun tersebut, tetapi saya berpikir lagi, lebih baik membuat alat ekstraknya dibanding mengesktrak daunnya” jelas Faustina ditemui di sekolah seusai lomba. 

Senada dengan  Faustina,  Lenfa jg mengatakan,  “Saya mendapat ide untuk menggantikan kerja manusia dengan mesin (mengotomatisasi), sehingga hasil produksi dari suatu barang dapat lebih optimal. Kemudian kedua ide ini kami gabungkan, sehingga menghasilkan alat ekstraksi yang bekerja secara otomatis dan dapat dikendalikan dengan android.”. Tujuh bulan lamanya penelitian ini dilakukan. Dukungan dari banyak pihak seperti Yayasan, Kepala Sekolah, Guru Pembimbing KIR Ibu Yulia Wardani, dan Alumni SMA RP 83, mantan Juara KIR Bapak Adhi Soembagyo

Sebagai pemenang pertama Faustina dan Lenfa mendapat trophy, tabungan Britama dari BRI senilai 10 juta rupiah dan satu sepeda dechatlon.

“Kami sangat senang dan terharu, ternyata dari usaha kerja keras ini,  akhirnya kami dapat berhasil menjadi juara di ajang Nasional ini, kami berkeinginan suatu saat alat ini dapat segera dipatenkan, setelah di perbaharui dalam segi bentuk, agar lebih kecil (praktis) dan dapat dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat di Indonesia,”kata mereka berdua dengan kompak. (Yongky) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.