Kampanye Anti Narkoba 2013 dengan BNN

SMP Regina Pacis Bogor bekerja sama dengan BNN mengadakan acara kampanye anti narkoba, Sabtu, 21 September 2013 jam 8.00-12.00 di AULA SMP Regina Pacis Bogor. Sekitar 755 anak remaja kelas 7,8,9 memakai kaos khusus dengan slogan anti narkoba, berkumpul di AULA SMP. Ibu Retno, membuka acara dengan sambutan diantaranya menyampaikan: “Betapa kita beruntung bisa bekerjasama dengan BNN melalui Bapak Kombes Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si yang hari ini menjadi pembicara utama, sekaligus membantu Band Arjuna Jakarta yang sering bekerjasama dengan BNN, untuk menghibur kita semua. Beliau orang yang sibuk luar biasa masih mau menyempatkan diri datang ke SMP” demikian Kepala SMP menyampaikan sambutan diawal acara. Tepuk tangan semua anak mengiringi Bapak Sumirat menuju panggung. Satu humor Kepala Humas BNN berkaitan dengan sambutan Kepala SMP dengan ringan ia sampaikan : ” Tadi dikatakan oleh Kepala SMP bahwa saya orang yang luar biasa itu salah, tetapi saya orang yang biasa diluar baru benar…”, anak-anak tertawa menanggapi salam pembukaan dari Kombes polisi alumni S1-UGM dan S2-UI yang belakangan ini sering muncul di layar televisi. Kegiatan tahunan anti narkoba digelar sejak lama, dengan tujuan untuk memberi masukan dan pencegahan penggunaan narkoba. Tahun 2013 khusus mengundang BNN. Dari pertemuan tersebut Pak Sumirat memberi informasi bentuk dan macam-macam jenis narkoba ( contoh tanaman, dan bentuk narkoba yang lain) melalui foto -foto dan pameran. Para siswa baru mengetahui, informasi mengenai modus operandi peredaran narkoba. Sebuah informasi yang baru didapat oleh siswa seperti narkoba yang dikemas seperti coklat, narkoba yang dibawa melalui mayat bayi yang diisi narkoba, kemudian melalui nenek-nenek yang memakai kursi roda, bahkan ada sebuah fakta perempuan yang membawa narkoba dari luar negeri tidak tahu bahwa di kopernya diselipkan narkoba jenis shabu oleh suaminya yang baru dinikahinya di luar negeri . Demikian juga informasi mengenai akibat-akibat narkoba diperlihatkan dalam bentuk gambar dari fakta temuan BNN. Dengan gamblang diterangkan kerusakan otak akibat narkoba. Informasi yang sangat membantu siswa supaya lebih berhati-hati dengan barang haram ini, disampaikan oleh pejabat yang sudah lama bergabung di BNN. Ketika sampai di sesi tanya jawab, para siswa berebut bertanya kepada Bapak Kombes Sumirat. BNN memberikan suvenir menarik kepada para siswa yang bertanya. Seperti pada umumnya siswa, rasa ingin tahu setelah mendapatkan banyak informasi mengenai narkoba membuat mereka berlari ke depan dan naik panggung untuk bertanya. ” Pak ekstasi itu apa?” salah satu pertanyaan anak kelas 7 yang kemudian diterangkan oleh Bapak dengan 3 anak ini, melalui foto dan akibat bila menggunakan ekstasi. Acara ditutup dengan pemberian sertifikat dan hadiah bagi Agnes Isna Kuswanda kelas IX SMP yang memenangkan lomba desain kaos anti narkoba tahun 2013 dengan tema: ” Don’t take drugs”…..(MRA).

Leave a Reply

Your email address will not be published.