USBN, Kita Harus Siap

Halo pembaca Liputan RECIS, kabar baik kan? Kalian pasti tahu dong, kakak-kakak kita kelas 6 baru saja menghadapi US dan USBN. Nah, redaksi Liputan RECIS beruntung sekali dapat mewawancarai beberapa dari mereka. Berikut hasil wawancara tim redaksi dengan mereka.

Ada Kak Helena dari kelas 6B. Ketika ditanya soal perasaanya sebelum dan sesudah menghadapi US dan USBN, ia menjawab dengan enteng dan lega. Beban yang selama ini dipikul seperti sudah lepas dari pundaknya. Kini ia sudah merasa ringan.

“Sebelum menghadapi US dan USBN, rasanya takut dan pusing. Aslinya sih gak pusing. Walaupun sudah belajar tekun, rasanya masih takut dan gagap untuk mengerjakan soal. Kalau sesudah menghadapi US dan USBN, wahh merdeka banget, meski sesungguhnya belum merdeka. Belum merdeka karena hasilnya belum diberitahu. Satu langkah sudah terlewati, tinggal menunggu hasil dari perjuangan selama ini.”

Ada juga Kak Maorin. Tim redaksi bertanya tentang target dan harapannya dalam US dan USBN. Meski terlihat baru lepas dari beban, namun ia menjawab pertanyaan redaksi dengan senyum manis. “Target dan harapan yang aku sih adalah lulus US dan USBN. Inginnya lulus dengan nilai-nilai yang memuaskan dan mendapatkan NEM yang baik. Itu sih yang paling utama. Namun, masih deg-degan nih menunggu hasil akhirnya.”

Lalu, ada Kak Fella. Kakak yang satu ini dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Ia menyambut tim redaksi Liputan RECIS dengan lembut. Kepadanya, tim redaksi tidak bertanyapendapatnya tentang US dan USBN. Tapi, jadwal ujian. Dengan lugas pun, ia jawab tegas.

“US itu dimulai dari 23 April 2018 dan selesai pada 25 April 2018. Sedangkan USBN dimulai pada 3 Mei 2018 sampai 5 Mei 2018. Keduanya berlangsung selama tiga hari. Siap gak siap, ya aku harus mengikuti ujian,” ujarnya dengan ramah.

Orang terakhir yang redaksi temui adalah Kak Siafa. Tim redaksi menanyakan bagaimana persiapan dirinya dalam menghadapi US dan USBN. “Persiapan yang aku lakukan itu, belajar dan berdoa. Ya, yang aku paling utamakan sih itu. Aku ingin menyertakan Tuhan kan dalam ujian. Kalau tidak, aku gak bisa mengerjakan US dan USBN dengan baik. Tapi kita kan juga harus bekerja keras untuk itu. Kita memerlukan keduanya. Ya, gitu aja sih persiapannya.”

Berbagai pendapat dilontarkan oleh kakak-kakak kelas 6. Tentu saja, proses persiapan sejak masuk semester 2, sudah dilakukan. Mereka telah melewati semua proses itu. Kali ini, mereka hanya membuktikan kesiapan mereka. “Kita harus siap!” kalimat yang serempak mereka utarakan di akhir wawancara.

Sumber: Newsletter Edisi 03, Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.