SEKOLAH - Pengantar
  • Galeri Foto
    Natal Bersama Sekolah Regina Pacis Bogor
  • Sarana
    Sekilas Pandang Manajemen Sekolah
  • Galeri Foto
    Stiker Tanda Masuk Halaman TK dan SD Regina Pacis Bogor
  • Galeri Foto
    Kupas Tuntas Tax Amnesty dan Tentukan Pilihan
Sejarah Singkat Regina Pacis Bogor
Keberadaan sekolah Regina Pacis digagas oleh suster-suster FMM.
PARA Suster FMM mulai hadir di Bogor pada tahun 1933 dengan berkarya untuk Panti Asuhan dan Sekolah Kepandaian Putri (SKP), tetapi pada  tanggal 31 Desember tahun 1967 SKP ditutup. Selanjutnya Agustus tahun 1948 Sr. Goede Herder, FMM mulai membuka Sekolah TK, SD dan SMP Regina Pacis. Dibawah naungan Yayasan Bakti Utama. Saat itu tujuan yayasan didirikan adalah untuk pelayanan bidang pendidikan, kesehatan, pastoral dan sosial.

Pada masa itu  TK dipimpin oleh Sr. Consensius, FMM. Sedang SD oleh Sr. Suwarda dan  para suster penerusnya adalah Sr. Soote Naam, Sr. Vincent, FMM,  Sr. Leoni, FMM dan Sr. Emelie, FMM. Adapun SMP Regina Pacis dipimpin oleh Sr. Golindes, FMM. Khusus SMP Regina Pacis Agustus 1948 sampai  Juli 1957 hanya menerima murid putri saja. Tahun selanjutnya mulai menerima murid putra. Beberapa orang  yang turut mengembangkan SMP antara lain Sr. Marie Yose, FMM, Sr. Vincent, FMM , Ibu Amir Suciipto dan Ibu Selma Oey. Dalam kepemimpinannya, sekolah terus berkembang kualitasnya. Kemudian tahun 1955 Sr. Berenice FMM mulai membuka Sekolah Menengah Atas (SMA).  Ketika itu para siswa  SMA hanya putri saja.

Tetapi kemudian pada tahun 1962  mulai menerima  murid putra. Para Misionaris  FMM ini datang dari berbagai negara untuk melayani kebutuhan pendidikan di Indonesia. Mereka penuh semangat membimbing para siswa dengan disiplin yang melandasi pendidikan sejak  usia dini. Kemudian tahun-tahun selajutnya kepemimpinan  sekolah diserahkan ke awam. Ada beberapa awam yang pernah menjabat menjadi kepala sekolah antara lain : TK Ibu Mien Suyoso, SD Ibu Diece, Ibu Mursanti, SMP Ibu Sutardjo, Ibu Susanna, Sedang SMA Bapak AJ Radjino, Bp. JB Murwanto, Bp. Suherlan, dan Bp. AY. Sukarno.

Sekolah Regina Pacis Bogor berada di tempat yang sangat strategis, dipusat Kota Bogor bersebelahan degan gedung-gedung pemerintah seperti kantor CPM, Kantor Pembantu Gubernur, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kantor Polisi, Hotel Salak, Balaikota, Gedung DPR dan Gereja Katedral yang seluruhnya adalah gedung-gedung tua dan yang mempunyai nilai sejarah dan dilindungi. Bahkan tepat berada di depan SD RP adalah Istana Bogor yang indah.

Pada tanggal 8 Agustus 1988 Gedung SMA mulai dibangun, setahun kemudian 8 Agustus 1989 selesailah pembanguan gedung itu. Gedung SMA tersebut kemudian diresmikan, dan diberkati. Sedang  gedung TK- SD  diresmikan dengan pemberkatan  pada tanggal 8 Agustus 1993. Selanjutnya bangunan utama gedung SD  mulai dibangun  Agustus 1994 dan selesai  28 Agustus 1995.

Pembangunan gedung terkahir adalah gedung SMP yang mulai dibangun 2003, diresmikan oleh Uskup Bogor Michael C. Angkur, OFM dan Walikota Bogor pada bulan Mei 2004. Meski dibangun  kembali gedung SMP secara menyeluruh, tetapi  gedung  SMP lama yang dibangun oleh Arsitek handal F. Silaban tidak dibongkar, tetapi kokoh berdiri  di seberang Jalan Sudirman Bogor.

Pada tahun 2002  Sekolah Regina Pacis Bogor yang sebelumnya berada dibawah Yayasan Bakti Utama, berubah menjadi  Yayasan Regina Pacis FMM.  Yayasan tersebut membawahi Sekolah Regina Pacis Bogor yang memperingati hari ulang tahunnya  pada tanggal 22 Agustus. Tanggal tersebut berkaitan dengan arti Regina Pacis berarti Sang Ratu Damai. Ratu adalah gelar yang diberikan oleh orang Katolik bagi Maria, yang diperingati setiap  tanggal 22 Agustus yaitu Perayaan Bunda Maria, Ratu. Maria adalah ibunda Yesus, Santa (perempuan suci)  Maria, Pelindung Sekolah Regina Pacis Bogor.

Pada tahun 2008 ini Sekolah Regina Pacis Bogor  memasuki usia 60 tahun. Beberapa Suster FMM yang  memimpin yayasan dan membawahi Sekolah Regina Pacis Bogor adalah : Sr. Johana Bijman, Sr. Chatarina  Maria Vley, Sr. Lidwina Sumarni,
Sr. Elizabeth Tjahjana, Sr. Fransiska Wibowo, Sr. Yosephine Supardinah, Sr. Maria Margijati, Sr. Hildegard Rahmawati, dan  Sr. E.M. Cecilia Hartati, FMM.  (Dari berbagai sumber).